Ragam isi Naskah yang terdapat dalam
Lontara’ Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan, Antara lain:
a. Attoriolong ialah kumpulan catatan mengenai asal-usul
(silsilah) turun-temurun raja-raja, keluarga bangsawan, dan keluarga-keluarga
tertentu. Attoriolong sangat baik
untuk dijadikan bahan dalam penyusunan sejarah dan daftar silsilah (stamboom).
Selain itu, yang lebih banyak terdapat pada attoriolong ialah cataian-catatan
peristiwa yang pcrnah lerjadi pada masa silam.
b.
Lontarak Bilang lebih terperinci dan lebih melimet dari attoriolong-attoriolong
mengenai pencatatan peristiwa yang terjadi. Naskah ini dapat dianggap sebagai
buku catatan harian atau diary masa kita sekarang ini. Salah satu
lontarak bilang yang telah dikaji belum lama ini ialah Lontarak Bilang Raja
Gowa dan Tallokt yang terbit dalam dua jilid. Paseng
ialah lontarak yang berisi kumpulan amanat keluarga atau orang-orang bijaksana
yang diteruskan secara turun-temurun. Setelah dikenal sistem penulisan, maka
amanat ini ditulis dalam lontarak. Paseng itu diusahakan untuk dipegahg teguh
dan dipatuhi isinya, karena dianggap mengandung tuah atau kesaktian. Orang yang
melanggar paseng akan kena ganjaran dengan dikucilkan dari pcrgaulan
masyarakat. Dia akan mendapat julukan negatif dengan sebutan lempedding
ritaneng batunna (tidak dapat ditanam biji-nya), yang bermakna tidak dapat
diterima dalam lingkungan keluarga kita. Paseng ini dapat herupa
pcrjanjian antara dua belah pihak atau lebih, maupun catatan sepihak saja yang
berupa amanat orang-orang bijaksana dan diluakan.
c. Pappangaja berisi nasihat yang dapat dijadikan pedoman
hidup bagi kita sekalian. Kelihatannya pappangaja agak mirip dengan
paseng namun tidak persis sama, karena pappangaja tidak dapat dijadikan
pcrjanjian yang harus dipegang untuk kedua belah pihak. Sebuah lontarak yang
mengandung pappangaja ialah lontarak Budistihara. Melihat judulnya,
jelas bahwa naskah atau lontarak ini sudah mendapat pcngaruh dari luar atau
tidak benar-benar asli.
d. Pau-pau Rikadong ialah
lontarak yang berisi cerita rakyat. Adayang berupa legenda yang menceriterakan
kejadian dan peristiwa-peristiwa luar biasa, seperti ceritera tentang penamaan
,suatu tempal atau kerajaan. Pau-pau rikadong sebagai loptarak melujkiskan
sesuatu dengan gaya fantasinya untuk memberi daya tarik. Suatu hal yang sangat
menarik pada pembawa atau penyanyi pau-pau rikadong ialah kejujurannya yang
menyatakan bahwa walaupun ia mengatakan sesuatu yang bohong, tetapi
pendengarnya mengiakan saja. Salah satu fungsi pau-pau rikadong ialah sebagai
pelipur lara.
e. Ulu Ada ialah lontarak
yang berisi perjanjian-perjanjian, terutama perjanjian yang bertalian dengan
negara atau kerajaan. Ada ulu ada yang berisikan masalah persekutuan
negara dan ada pula ulu ada yang berisikan masalah perdamaian, seperti
perdamaian antara kerajaan Gowa dengan VOC yang disebut cappe ri bongae
(Bongaisch Verdrag), sedangkan lamupature ri Timurung adalah ulu
add (perjanjian) antara kerajaan-kerajaan Bone, Wajo, dan Soppeng yang
bersekutu untuk menghadapi serangan dari luar, terutama serangan dari kerajaan
Gowa (Makassar) pada waktu itu.
f. Sure Bicara Attoriolong
merupakan lontarak yang berisi kumpulan peraturan, undang-undang, yang berasal
dari adek attoriolong (adat leluhur). Jadi, dapatlah dikatakan
peraturan-peraturan dari leluhur yang harus dipatuhi dan ditaati. Termasuk di
dalam lingkup lontarak semacam ini ialah Ade allopi-loping bkaranna
pabbalue.
g. Lontarak Pabbura
memuat tulisan mengenai jenis-jenis penyakit serta jenis-jenis obat
tradisional' yang dapat menyembuhkan. Tahun 1987 yang lalu, lontarak pabbura
berbahasa Bugis telah dikaji oleh sebuah tim yang ditugaskan oleh Proyek
Pengkajian Kebudayaan Daerah Sulawesi Selatan. Alangkah idealnya, apabila usaha
semacam ini terus-menerus digalakkan dalam rangka mengurangi pengeluaran devisa
negara.
h. Lontarak Kutika yang disebut lontarak palakia. Dari namanya saja kita ketahui bahwa ilmu perbintangan
(ilmu falaq) telah diketahui oleh nenek moyang kita. Sebagian besar masyarakat
Sulawesi Selatan, terutama yang tinggal di pedesaan, masih mempergunakan lontarak
kutika untuk segala macam kegiatan yang dilakukannya. Kebetulan pula dalam lontarak
kutika itu lengkap terperinci hari dan waktu-waktu yang baik dan jelek
untuk melaksanakan suatu kegiatan. Jika kita merencanakan dan melaksanakan
suatu kegiatan tanpa mem- perhatikan lontarak kutika, kita kurang
mendapat dukungan dan bantuan orang-orang tertentu. Singkatnya, lontarak
kutika ini masih berperan pada masyarakat pedalaman Sulawesi Selatan,
terutama dalam menentukan hari perkawinan anaknya.
