BBL‍UE DROIDPLUSS
Kamis, 12 November 2015

Isi Dalam Naskah Lontara' Bugis-Makassar



surat dalam bentuk lontara' bugis makassar
Ragam isi Naskah yang terdapat dalam Lontara’ Bugis-Makassar di Sulawesi Selatan, Antara lain: 

a. Attoriolong ialah kumpulan catatan mengenai asal-usul (silsilah) turun-temurun raja-raja, keluarga bangsawan, dan keluarga-keluarga tertentu. Attoriolong sangat baik untuk dijadikan bahan dalam penyusunan sejarah dan daftar silsilah (stamboom). Selain itu, yang lebih banyak terdapat pada attoriolong ialah cataian-catatan peristiwa yang pcrnah lerjadi pada masa silam.

b. Lontarak Bilang lebih terperinci dan lebih melimet dari attoriolong-attoriolong mengenai pencatatan peristiwa yang terjadi. Naskah ini dapat dianggap sebagai buku catatan harian atau diary masa kita sekarang ini. Salah satu lontarak bilang yang telah dikaji belum lama ini ialah Lontarak Bilang Raja Gowa dan Tallokt yang terbit dalam dua jilid. Paseng ialah lontarak yang berisi kumpulan amanat keluarga atau orang-orang bijaksana yang diteruskan secara turun-temurun. Setelah dikenal sistem penulisan, maka amanat ini ditulis dalam lontarak. Paseng itu diusahakan untuk dipegahg teguh dan dipatuhi isinya, karena dianggap mengandung tuah atau kesaktian. Orang yang melanggar paseng akan kena ganjaran dengan dikucilkan dari pcrgaulan masyarakat. Dia akan mendapat julukan negatif dengan sebutan lempedding ritaneng batunna (tidak dapat ditanam biji-nya), yang bermakna tidak dapat diterima dalam lingkungan keluarga kita. Paseng ini dapat herupa pcrjanjian antara dua belah pihak atau lebih, maupun catatan sepihak saja yang berupa amanat orang-orang bijaksana dan diluakan.

c. Pappangaja berisi nasihat yang dapat dijadikan pedoman hidup bagi kita sekalian. Kelihatannya pappangaja agak mirip dengan paseng namun tidak persis sama, karena pappangaja tidak dapat dijadikan pcrjanjian yang harus dipegang untuk kedua belah pihak. Sebuah lontarak yang mengandung pappangaja ialah lontarak Budistihara. Melihat judulnya, jelas bahwa naskah atau lontarak ini sudah men­dapat pcngaruh dari luar atau tidak benar-benar asli.

d. Pau-pau Rikadong ialah lontarak yang berisi cerita rakyat. Adayang berupa legenda yang menceriterakan kejadian dan peristiwa-peristiwa luar biasa, seperti ceritera tentang penamaan ,suatu tempal atau kerajaan. Pau-pau rikadong sebagai loptarak melujkiskan sesuatu dengan gaya fantasinya untuk memberi daya tarik. Suatu hal yang sangat menarik pada pembawa atau penyanyi pau-pau rikadong ialah kejujurannya yang menyatakan bahwa walaupun ia mengatakan sesuatu yang bohong, tetapi pendengarnya mengiakan saja. Salah satu fungsi pau-pau rikadong ialah sebagai pelipur lara.

e. Ulu Ada ialah lontarak yang berisi perjanjian-perjanjian, terutama perjanjian yang bertalian dengan negara atau kerajaan. Ada ulu ada yang berisikan masalah persekutuan negara dan ada pula ulu ada yang berisikan masalah perdamaian, seperti perdamaian antara kerajaan Gowa dengan VOC yang disebut cappe ri bongae (Bongaisch Verdrag), sedangkan lamupature ri Timurung adalah ulu add (perjanjian) antara kerajaan-kerajaan Bone, Wajo, dan Soppeng yang bersekutu untuk menghadapi serangan dari luar, terutama serangan dari kerajaan Gowa (Makassar) pada waktu itu.

f. Sure Bicara Attoriolong merupakan lontarak yang berisi kumpulan peraturan, undang-undang, yang berasal dari adek attoriolong (adat leluhur). Jadi, dapatlah dikatakan peraturan-peraturan dari leluhur yang harus dipatuhi dan ditaati. Termasuk di dalam lingkup lontarak semacam ini ialah Ade allopi-loping bkaranna pabbalue.

g. Lontarak Pabbura memuat tulisan mengenai jenis-jenis penyakit serta jenis-jenis obat tradisional' yang dapat menyembuhkan. Tahun 1987 yang lalu, lontarak pabbura berbahasa Bugis telah dikaji oleh sebuah tim yang ditugaskan oleh Proyek Pengkajian Kebudayaan Daerah Sulawesi Selatan. Alangkah idealnya, apabila usaha semacam ini terus-menerus digalakkan dalam rangka mengurangi pengeluaran devisa negara.

h. Lontarak Kutika yang disebut lontarak palakia. Dari namanya saja kita ketahui bahwa ilmu perbintangan (ilmu falaq) telah diketahui oleh nenek moyang kita. Sebagian besar masyarakat Sulawesi Selatan, terutama yang tinggal di pedesaan, masih mempergunakan lontarak kutika untuk segala macam kegiatan yang dilakukannya. Kebetulan pula dalam lontarak kutika itu lengkap terperinci hari dan waktu-waktu yang baik dan jelek untuk melaksanakan suatu kegiatan. Jika kita merencanakan dan melaksanakan suatu kegiatan tanpa mem- perhatikan lontarak kutika, kita kurang mendapat dukungan dan bantuan orang-orang tertentu. Singkatnya, lontarak kutika ini masih berperan pada masyarakat pedalaman Sulawesi Selatan, terutama dalam menentukan hari perkawinan anaknya.